Analisis Film Jembatan Pensil



Analisis Film Jembatan Pensil dalam Psikologi Perkembangan Peserta Didik
Nama : Siti Fatimah
Kelas :  4 PAI A
Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan Peserta Didik

Jembatan Pensil (Belajar Pada Alam)
  1. Sinopsis Film Jembatan Pensil
Film Jembatan Pensil ini menceritakan kisah masyarakat di Sulawesi Tenggara tepatnya di Kab. Muna, cerita yang diangkat adalah anak-anak yang belum bisa mendapatkan pendidikan dengan layak. Tentang cita-cita, persahabatan, dan perjuangan. Tokoh-tokoh yang dimunculkan mewakili karakter masyarakat dengan keseharian sebagai nelayan, penenun, pemecah Batu dan juga beternak sapi/kuda. 
Setiap pagi anak-anak berangkat menuju sekolah ditepi pantai yang hanya beralaskan pasir pantai tanpa adanya tembok atau ubin, dengan jarak yang cukup jauh beberapa anak harus melewati bukit dan sungai untuk sampai di SD Towea tempat  mereka bersekolah. 
Adalah terdapat 5 orang sahabat Ondeng, Inal, Azka, Yanti, dan Nia yang selalu bermain bersama dan juga saling tolong-menolong. Ondeng yang mempunyai keterbelakangan mental serta inal yang tidak bisa melihat tetap diperbolehkan untuk bersekolah meskipun mereka tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik. 
Setiap pagi ondeng selalu menunggu teman-temannya saat menyebrangi sungai melewati jembatan yang sudah lapuk, untuk memastikan bahwa teman-temannya menyebrang dengan selamat. Meskipun ondeng memiliki keterbelakangan mental tetapi hatinya baik dan dia juga pintar menggambar.mKabar baik dari Pak guru disekolah adalah akan ada guru baru yaitu Bu Aida yang datang dari Jakarta, Bu aida ini adalah Putri dari pak guru yang sudah menyelesaikan kuliahnya dijakarta. Bu Aida yang ikut mengajar di SD Towea sering mengajak anak-anak untuk belajar di alam terbuka seperti di bukit dan gua, Gading pun sering ikut menemani mereka dan menjelaskan sejarah-sejarah tempat tersebut. 

  1. Permasalahan dalam film Jembatan Pensil
1)      Tidak adanya sekolah yang layak.
2)      Jauhnya jarak sekolah dari rumah siswa
3)      Kondisi fisik inal yang tuna netra
4)      Keterbelakangan mental ondeng
  1. Hubungan dengan psikologi perkembangan peserta didik
a.     Faktor yang berpengaruh pada perkembangan individu
·         Faktor internal (kondisi fisik) : Kondisi fisik yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya inal, yaitu inal seorang tuna netra.
·         Faktor internal (kondisi psikis) : Keterbelakangan mental yang dialami ondeng, yang membuat dia kesulitan dalam belajar sehingga belum lulus sekolah dasar selama tiga tahun, keterbelakangan mental yang ia alami berawal saat meninggal ibunya, ia merasa tertekan.

  1. Nilai-nilai yang dapat diambil sebagai calon guru dimasa mendatang
·         Sosok bu aida yang tidak pernah memarahi muridnya sekalipun terdapat keterbatasan pada muridnya.
·         Sosok guru yang kreatif , kreatif disini bu aida mengajak muridnya untuk belajar pada alam, dan sekolah yang kurang layak tidak jadi penghalang.
  1. Jika kelak menjadi seorang guru?
Jika saya menjadi seorang guru menghadapi situasi seperti ini, saya akan berusaha terus untuk kemajuan murid saya, dengan bekerja sama dengan pemerintah agar diberikan dana untuk membangun sekolah yang layak, dan saya akan tekun mengajar mereka hingga mereka menjadi orang sukses. apalagi murid tersebut semangat untuk sekolah dan belajarnya tinggi walaupun dengan sekolah yang apa adanya dan jarak yang sangat jauh untuk ditempuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Miracle Worker (Analisis)